Showing posts with label Lain-Lain. Show all posts
Showing posts with label Lain-Lain. Show all posts

Sunday, September 21, 2014

Lintas Imaji Bersama Romy Rafael di Net TV


Setelah cukup lama tidak muncul di acara-acara televisi, sang master hipnotis, Romy Rafael kini kembali menghiasi layar televisi dengan acara terbarunya, Lintas Imaji. Master hipnotis yang beberapa waktu lalu membuat sebuah metode bernama hypno-gym ini masih mengusung tema hipnosis sebagai latar belakang acara terbarunya tersebut.

Acara ini dikemas seperti acara televisi yang dibawakan oleh Derren Brown, seorang mentalist asal Inggris. Lintas Imaji mulai tayang di saluran Net TV hari Sabtu malam lalu pukul 23.30. Pada episode perdana, Romy Rafael mencoba bermain-main dengan pikiran bawah sadar dua orang bintang tamunya, Barli Asmara seorang fashion designer dan Zoya Amirin seorang psikolog seks.

Barli Asmara (kiri) dan Romy Rafael (kanan).

Romy Rafael berhasil memengaruhi pikiran sang fashion designer dengan memberikan sugesti tersembunyi di pikiran Barli yang dilakukan Romy sepanjang perjalanannya ke studio Net TV. Barli disediakan sebuah gambar anak kecil yang sedang memegang balon, kemudian ia diberikan enam spidol dengan warna yang berbeda dan diminta untuk mewarnai gambar anak kecil tersebut sesuai dengan keinginannya. Dan ternyata apa yang dilakukannya tersebut telah diprediksikan oleh Romy di dalam sebuah amplop yang sejak awal diduduki oleh Barli Asmara..

Zoya Amirin pun dibuat membisu dengan apa yang dilakukan oleh Romy terhadapnya. Romy memberikan foto seorang pria yang sudah cukup berumur kepada Zoya. Kemudian Romy meminta Zoya untuk merasakan empati terhadap orang yang ada di foto tersebut. Zoya diminta untuk menebak jumlah anak orang tersebut, menebak jam, tanggal, dan tahun. Dan ternyata foto tersebut adalah foto ayahanda Romy Rafael yang meninggal dua tahun lalu. Luar biasanya, apa yang ditebak oleh Zoya Amirin ternyata sangat tepat dengan fakta-fakta tentang ayahanda Romy Rafael.

Nah, bagi Anda yang menyukai hipnotisme ataupun seni mentalism, sepertinya acara ini sangat bagus untuk menjadi salah satu daftar acara yang harus Anda saksikan. Selain bisa mengedukasi tentang pikiran bawah sadar, permainan-permainan yang dilakukan oleh Romy Rafael mungkin juga bisa menginspirasi Anda sebagai seorang hipnotis atau mentalist, untuk bisa membuat sebuah permainan baru seperti apa yang dilakukan oleh Romy Rafael. 

Acara Lintas Imaji tayang setiap hari Sabtu dan Minggu pukul 23.30 di saluran Net TV. (bds.)

Saturday, September 13, 2014

#WeeklyStory: Kesal!


Kali ini saya tidak akan menuliskan artikel yang panjang lebar, karena pembahasan yang akan saya angkat ini tidaklah terlalu penting untuk dipanjang lebarkan. Artikel ini saya tulis untuk mengekspresikan kekesalan saya terhadap orang-orang yang dengan mudahnya memberi cap negatif terhadap hipnosis dan sulap. 

Bagi saya, salah satu alasan saya sangat sangat ngotot untuk mengenalkan seni sulap dan hipnosis kepada masyarakat adalah karena orang-orang tersebut. Mereka seolah-olah terhipnotis oleh pemberitaan yang beredar. Bayangkan saja, tanpa mau tahu tentang apa itu hipnosis dan sulap mereka mengatakan bahwa sulap itu gaib, menggunakan bantuan jin, setan, siluman, hipnotis itu kriminal, bahaya, jangan mau ikut pelatihan hipnotis, dan sebagainya. 

Darimana mereka mendapatkan informasi seperti itu? Terjawab sudah. Kebanyakan dari mereka menerima informasi tersebut karena pemberitaan media yang sudah ditanggapi dengan "salah kaprah" yang amat parah dan juga biasanya mereka juga mendapatkan informasi dari teman, sahabat, tetangga, bahkan dari orang yang tidak dikenal.

Setiap harinya saya cukup sering menemui orang yang memiliki anggapan seperti itu. Hal tersebut membuat saya semakin bersemangat dan tertantang untuk terus melanjutkan perjuangan saya membuktikan kepada masyarakat bahwa hipnosis dan sulap adalah hal yang jauh lebih baik dan banyak memiliki manfaat. 

Sekarang begini saja, jika Anda mendengar informasi dari mulut ke mulut dan Anda langsung percaya saja tanpa mencari fakta sebenarnya tentang informasi tersebut. Jika dianalogikan berarti seolah-olah Anda telah memakan makanan yang sudah dicerna oleh orang lain. Bahkan terkadang orang yang memberikan informasi kepada Anda tersebut sudah menambahkan "bumbu" yang sebenarnya tidak perlu ditambahkan, ke dalam informasi yang diberikan kepada Anda supaya menjadi lebih "pedas."

Pernahkah Anda membaca buku tentang hipnosis atau sulap? Anda tahu sejarah kedua ilmu tersebut? Gunakan logika berpikir Anda. Jangan sampai Anda seolah-olah terbodohi oleh lingkungan Anda. Jika Anda mendengar berita, atau membaca berita yang berisi informasi "jelek" tentang hipnosis atau sulap. Jangan terlalu cepat ambil kesimpulan. Tanyakan kepada yang lebih ahli, baca informasi yang lebih terpercaya. Jadilah orang yang bijak dalam berpendapat. (bds.)

Friday, June 27, 2014

The Hypnotist Bandit


Seorang pria yang dijuluki sebagai "The Hypnotist Bandit", Jum'at 27 Juni 2014 diketahui telah merampok Manhattan Beach Bank, Amerika Serikat. Ketika merampok, pria tersebut mengancam akan mengeluarkan senjata lalu menyodorkan sebuah catatan kecil kepada petugas bank. Hal tersebut diketahui membuat aksi merampoknya sangat cepat, dan dia berhasil membawa kabur uang dari bank yang dirampoknya. Sayangnya, setiap usai merampok dia pasti membawa kabur catatan kecil tersebut, sehingga menyulitkan pihak terkait untuk mengungkap siapa dia sebenarnya.

Detektif FBI tengah menyelidiki dan mencari pria misterius tersebut. Bukan hanya sekali, tetapi dia telah beberapa kali melakukan aksi perampokan bank dengan metode perampokan yang diluar nalar. Para korban mengatakan bahwa ketika kejadian perampokan korban terus menatap matanya. Maka dari itu FBI menjulukinya sebagai "The Hypnotist Bandit" atau jika diartikan dalam Bahasa Indonesia berarti penjahat hipnotis. 

"The Hypnotist Bandit" digambarkan sebagai seorang pria berkulit putih (seperti orang Amerika Latin), tingginya kurang lebih 6 kaki 2 inci sampai 6 kaki 4 inci, beratnya antara 90-200 kg dan berusia sekitar 30 tahun, bermata hitam, rambut cokelat, dan berjenggot. Jika Anda bertemu atau melihat pria dengan ciri-ciri seperti itu, mungkin dia orangnya! Tetapi tidak mungkin juga orang itu mampir ke Indonesia.



Apakah Anda percaya dengan berita tersebut? Saya percaya dengan berita perampokan tersebut. Saya percaya dengan berita perampokannya, tetapi tidak percaya dengan metode yang digunakan oleh si pelaku. Di media, baik media elektronik maupun media cetak, banyak sekali berita kriminal yang mengatas namakan hipnosis. Saya yakin itu bukan sepenuhnya hipnosis atau bahkan itu sama sekali bukan hipnosis. Ketika akan menghipnosis seseorang, Anda harus terlebih dahulu membuat persetujuan dengan subyek (orang yang dihipnosis). Jika dia bersedia atau mau, proses hipnosis bisa dilakukan. Tetapi jika dia tidak mau, proses hipnosis tidak akan bisa dilakukan.

Berita perampokan tadi tadi mengatakan bahwa pelaku hanya menatap mata korbannya saja lalu dia mengancam akan mengeluarkan senjata sambil memberikan catatan kecil kepada korbannya. Apakah dia meminta persetujuan korban supaya dia mau dihipnosis? Tidak, kan? Mungkin metode kejahatan yang digunakan pelaku memang mirip dengan hipnosis, tetapi belum tentu itu hipnosis.

FBI pun menjulukinya sebagai "The Hypnotist Bandit" karena pelaku melakukan aksinya dengan cara yang mirip hipnosis. Tetapi belum dipastikan apakah yang digunakan oleh pelaku adalah hipnosis atau bukan. Saya pribadi menyimpulkan bahwa itu bukan hipnosis. Lalu apa? Saya pun tidak tahu. 

Nah, ini dia yang membuat orang beranggapan negatif terhadap hipnosis. Terkadang orang hanya mengetahui informasi dari satu sumber dan "malas" mencari informasi dari sumber lain. Setelah itu ketika punya pandangan negatif, pasti itu akan ditanam dan dipupuk. Bukan malah mencari kebenarannya, tetapi terkadang justru malah disebar luaskan. Sekarang tanyakan kepada diri Anda, tipe orang seperti apakah Anda? Apakah yang "gampangan" percaya dengan orang lain dan selalu mengedepankan pikiran negatif, atau orang yang selalu ingin tahu dan selalu mengedepankan pikiran positif? Kesimpulannya adalah, semoga pelaku cepat tertangkap. Aamin. (bds.)

Tuesday, June 17, 2014

Apakah Hipnosis Termasuk Kategori Sulap?



Beberapa tahun terakhir ini, pertelevisian Indonesia diramaikan dengan sebuah pertunjukan seni yang pelaku seninya memakai pakaian serba hitam. Salah, bukan sulap! Hypnosis atau hipnotis, kini kian marak di berbagai acara TV. Hampir semua stasiun TV memiliki satu program atau bahkan lebih yang menampilkan pertunjukan hypnosis. Dimulai dari Master Romy Rafael, Uya Kuya, Ferdian, Denny Darko, dan masih banyak lagi hipnotis (praktisi hipnosis) lain yang belakangan sering muncul di TV. Dan yang paling sering menjadi pertanyaan masyarakat awam adalah "Apakah hipnosis/hipnotis merupakan salah satu kategori sulap?" Bahkan, seorang pesulap pun terkadang masih mempertanyakan hal tersebut. Lalu, bagaimanakah fakta sebenarnya?

Pertunjukan hipnosis yang biasa ditayangkan di TV itu disebut dengan stage hypnosis. Yaitu aplikasi seni hipnosis yang digunakan untuk kepentingan hiburan semata. Presentasi pertunjukan stage hypnosis, memang sangat mirip dengan sulap. Pelakunya biasanya menggunakan pakaian serba hitam, dan di atas panggung dia melakukan hal-hal diluar nalar. Sama halnya dengan sulap, bukan? Lalu, apakah hipnosis merupakan salah satu kategori sulap? Menurut catatan sejarah hipnosis dan sulap, faktanya adalah hipnosis bukan merupakan salah satu kategori sulap.

Sejarah hipnosis membuktikan bahwa dahulu hipnosis diciptakan dan digunakan hanya untuk tujuan pengobatan atau proses penyembuhan berbagai permasalahan pikiran, atau yang biasa disebut dengan hipnoterapi. Pada zaman ketika hipnosis baru ditemukan itu pun, sama sekali tidak ada catatan yang mengatakan ada pesulap yang mengaplikasikan hipnosis dalam pertunjukannya. Tidak pernah juga terdengar sekalipun ada praktisi hipnosis menjadi seorang pesulap tanpa mempelajari dasar-dasar seni sulap sebelumnya.

Seorang Master Romy Rafael pun enggan disebut sebagai seorang pesulap atau magician, karena merasa dirinya adalah seorang hipnotis, walaupun dahulu beliau juga seorang pesulap. Derren Brown, seorang mentalist asal Inggris, ternyata menerapkan hipnosis  dan NLP dalam beberapa pertunjukannya. Dengan alasan, salah satu kemampuan untuk mempengaruhi pikiran manusia (hipnosis) juga menjadi salah satu macam efek di dalam mentalism. Hal ini membuktikan bahwa hipnosis bukanlah salah satu kategori sulap, melainkan hanya bagian dari efek yang ditimbulkan dalam seni mentalism, dimana mentalism merupakan salah satu dari kategori sulap. Nah, yang menjadi kategori sulap adalah mentalism, bukan hipnosis. Pesulap, bisa saja melakukan hipnosis dalam pertunjukannya. Tetapi, seorang hipnotis belum tentu bisa melakukan trik sulap atau pertunjukan sulap, karena pada dasarnya dua ilmu ini memiliki dasar yang berbeda.

Sudahkah Anda bisa menyimpulkan apakah hipnosis merupakan salah satu kategori sulap, atau bukan? Jika melihat dari fakta-fakta yang ada, bisa disimpulkan bahwa hipnosis bukanlah salah satu kategori sulap. (bds.)