Showing posts with label Hipnosis. Show all posts
Showing posts with label Hipnosis. Show all posts

Sunday, September 21, 2014

Lintas Imaji Bersama Romy Rafael di Net TV


Setelah cukup lama tidak muncul di acara-acara televisi, sang master hipnotis, Romy Rafael kini kembali menghiasi layar televisi dengan acara terbarunya, Lintas Imaji. Master hipnotis yang beberapa waktu lalu membuat sebuah metode bernama hypno-gym ini masih mengusung tema hipnosis sebagai latar belakang acara terbarunya tersebut.

Acara ini dikemas seperti acara televisi yang dibawakan oleh Derren Brown, seorang mentalist asal Inggris. Lintas Imaji mulai tayang di saluran Net TV hari Sabtu malam lalu pukul 23.30. Pada episode perdana, Romy Rafael mencoba bermain-main dengan pikiran bawah sadar dua orang bintang tamunya, Barli Asmara seorang fashion designer dan Zoya Amirin seorang psikolog seks.

Barli Asmara (kiri) dan Romy Rafael (kanan).

Romy Rafael berhasil memengaruhi pikiran sang fashion designer dengan memberikan sugesti tersembunyi di pikiran Barli yang dilakukan Romy sepanjang perjalanannya ke studio Net TV. Barli disediakan sebuah gambar anak kecil yang sedang memegang balon, kemudian ia diberikan enam spidol dengan warna yang berbeda dan diminta untuk mewarnai gambar anak kecil tersebut sesuai dengan keinginannya. Dan ternyata apa yang dilakukannya tersebut telah diprediksikan oleh Romy di dalam sebuah amplop yang sejak awal diduduki oleh Barli Asmara..

Zoya Amirin pun dibuat membisu dengan apa yang dilakukan oleh Romy terhadapnya. Romy memberikan foto seorang pria yang sudah cukup berumur kepada Zoya. Kemudian Romy meminta Zoya untuk merasakan empati terhadap orang yang ada di foto tersebut. Zoya diminta untuk menebak jumlah anak orang tersebut, menebak jam, tanggal, dan tahun. Dan ternyata foto tersebut adalah foto ayahanda Romy Rafael yang meninggal dua tahun lalu. Luar biasanya, apa yang ditebak oleh Zoya Amirin ternyata sangat tepat dengan fakta-fakta tentang ayahanda Romy Rafael.

Nah, bagi Anda yang menyukai hipnotisme ataupun seni mentalism, sepertinya acara ini sangat bagus untuk menjadi salah satu daftar acara yang harus Anda saksikan. Selain bisa mengedukasi tentang pikiran bawah sadar, permainan-permainan yang dilakukan oleh Romy Rafael mungkin juga bisa menginspirasi Anda sebagai seorang hipnotis atau mentalist, untuk bisa membuat sebuah permainan baru seperti apa yang dilakukan oleh Romy Rafael. 

Acara Lintas Imaji tayang setiap hari Sabtu dan Minggu pukul 23.30 di saluran Net TV. (bds.)

Thursday, August 14, 2014

Formal & Informal Hypnosis


Pada artikel kali ini saya akan memberikan pengetahuan singkat kepada Anda para pembaca tentang perbedaan formal hypnosis dan informal hypnosis. Setelah mengetahui perbedaan formal hypnosis dan informal hypnosis, Anda pasti akan mengerti perbedaan-perbedaan kategori hipnosis. Termasuk kategori yang manakah hipnosis yang sering Anda saksikan di televisi, dan termasuk kategori manakah hipnosis yang digunakan untuk terapi atau yang disebut dengan hipnoterapi. Hipnosis dibagi menjadi dua kategori besar, yaitu formal hypnosis dan informal hypnosis. Loh, lalu apakah jenis-jenis hipnosis seperti stage hypnosis, hypnotherapy, hypno-parenting, hypno-selling, dsb bukan termasuk kategori hipnosis? Tunggu dulu, mari kita lanjutkan penjelasannya.

Formal Hypnosis
Formal hypnosis atau yang juga disebut dengan direct hypnosis atau juga genuine hypnosis adalah proses hipnosis yang digambarkan dengan teknik yang formal. Berurutan sesuai dengan "panduan" tata cara menghipnosis seseorang. Dimulai dari proses pra induksi, induksi, deepening, depth level test, sugesti, dan terminasi. Praktik formal hypnosis biasanya identik dengan lambaian tangan, ayunan pendulum, atau memandu seseorang menuju ke kondisi rileks. Pada umumnya semua orang yang belajar hipnosis adalah mempelajari formal hypnosis. Jadi, pertunjukkan stage hypnosis yang biasa Anda saksikan di televisi adalah salah satu bagian dari kategori formal hypnosis, karena prosesnya sangat berurutan.

Informal Hypnosis
Informal hypnosis atau indirect hypnosis adalah proses hipnosis yang biasanya terjadi menggunakan pola komunikasi alamiah yang ada di kehidupan sehari-hari. Namun demikian, proses informal hypnosis tetap bisa membuat filter atau area kritik seseorang terbuka. Teknik informal hypnosis ini biasanya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dalam komunikasi yang tidak formal. Misalnya ketika seseorang sedang melakukan transaksi jual beli, ketika orang tua sedang menasihati anaknya, atau seorang guru yang sedang mengajar para siswanya. Jadi, proses atau tahapan-tahapan hipnosis dalam informal hypnosis seolah-olah tersembunyi dalam kalimat-kalimat yang digunakan untuk berkomunikasi tersebut. Jenis hipnosis yang masuk dalam kategori informal hypnosis antara lain hypnotherapy, hypno-parenting, hypno-selling, hypno-teaching, dsb.

Sampai di sini apakah ada pertanyaan? Saya harap penjelasan singkat saya tadi sudah cukup untuk membuat Anda paham perbedaan formal hypnosis dan informal hypnosis. Jadi, formal hypnosis dan informal hypnosis adalah dua kategori besar dalam hipnosis. Sedangkan stage hypnosis, hypnotherapy, hypno-parenting, hypno-selling, hypno-teaching, dsb hanyalah aplikasi hipnosis yang menjadi bagian dari formal hypnosis dan informal hypnosis. (bds.)

Thursday, August 7, 2014

Mengapa Hipnosis Jarang Dipertandingkan?


Mengapa hipnosis jarang dipertandingkan dalam sebuah kompetisi? Pertanyaan ini mungkin masih menjadi misteri bagi beberapa orang termasuk para praktisi hipnosis yang mungkin masih baru dalam dunia hipnosis. Saya pun demikian, saya termasuk orang yang dulu sering bertanya kepada teman-teman praktisi yang lain mengapa hipnosis jarang dipertandingkan dalam sebuah kompetisi seperti layaknya seni sulap. Tetapi sekarang saya mulai bisa menemukan jawabannya, mengapa hipnosis jarang dipertandingkan dalam sebuah kompetisi. 

Di sini saya mengatakan bahwa hipnosis jarang dipertandingkan, bukan berarti tidak pernah. Dalam beberapa kompetisi sulap, hipnosis sering dimasukkan sebagai salah satu kategori yang diperbolehkan dalam kompetisi tersebut. Walaupun sebenarnya hipnosis bukanlah salah satu dari kategori atau cabang aliran sulap. Seperti yang dulu pernah saya jelaskan pada artikel  "Apakah Hipnosis Termasuk Kategori Sulap?" bahwa hipnosis bukanlah salah satu kategori sulap, melainkan hipnosis adalah ilmu yang berdiri sendiri dan basic hipnosis pun sangat dengan sulap. Hipnosis terkadang menjadi bagian dari efek yang ditimbulkan dalam seni mentalism, dimana mentalism merupakan salah satu dari kategori sulap. Jadi, yang menjadi kategori sulap dalam kasus ini adalah mentalism, bukan hipnosis.
Dalam kompetisi-kompetisi sulap, hipnosis memang sering dimasukkan dalam kategori yang dipertandingkan. Tetapi biasanya jumlah hipnotis tidak sebanyak kategori lain seperti classic magician, illusionist, atau mentalist. Di ajang kompetisi sulap The Master Season 4 yang tayang di RCTI pun pernah ada salah satu peserta yang memainkan stage hypnosis, dia adalah "Lady Hypnotist" Jeva. Bahkan salah satu jurinya pun adalah seorang Master Hypnotist, Master Romy Rafael. Kemudian seiring berjalannya waktu, stage hypnosis mulai mendapatkan tempat di hati penonton. Master Deddy Corbuzier pun pernah beberapa kali melakukan aksi stage hypnosis di acara The Next Mentalist yang ditayangkan Trans 7 beberapa bulan yang lalu.

Video pertunjukan stage hypnosis Jeva, The Master Season 4.

Menurut saya, ada beberapa alasan mengapa stage hypnosis jarang dipertandingan dalam sebuah kompetisi. Terutama kompetisi khusus untuk para stage hypnotist. Pertama adalah faktor penonton. Seorang stage hypnotist membutuhkan penonton dengan sugestibilitas yang sangat baik agar pertunjukannya bisa berjalan dengan baik. Bagi Anda yang belum mengetahui apa itu "sugestibilitas", Anda bisa membaca penjelasan singkatnya terlebih dahulu pada artikel "Nggak Semua Orang Mudah Dihipnosis!". Bayangkan jika dalam suatu kompetisi ada 10 orang stage hypnotist, dan masing-masing dari mereka membutuhkan 10 sukarelawan dengan sugestibilitas baik. Jika stage hypnotist tersebut menginginkan sukarelawan yang berbeda-beda di masing-masing pertunjukan mereka, berarti HARUS ada 100 orang sukarelawan yang memiliki sugestibilitas baik. Tetapi, apakah semudah itu menemukan orang-orang yang memiliki sugestibilitas baik di tengah kerumunan penonton? Tentu saja bukan hal yang mudah. Nah, mungkin hal ini menjadi salah satu kendala mengapa sangat jarang ada kompetisi khusus untuk kategori stage hypnosis.

Kemudian alasan selanjutnya adalah waktu. Dalam pertunjukan sulap, seorang pesulap mungkin tidak akan keberatan jika diberikan waktu tampil hanya 4 menit atau 5 menit untuk sebuah pertunjukan yang utuh dan menghibur. Tetapi bagi seorang stage hypnotist, waktu 4 - 5 menit adalah waktu yang terlalu singkat. Jika saya diminta untuk melakukan pertunjukan stage hypnosis dalam waktu sesingkat itu, saya pasti tidak akan bersedia. Apalagi jika saya harus melakukannya tanpa "persiapan" terlebih dahulu di belakang panggung dan harus memilih penonton secara dadakan. Tentu saja hal tersebut tentu akan sangat menyulitkan. Durasi minimal untuk sebuah pertunjukan stage hypnosis yang utuh dan menghibur menurut saya adalah 15-20 menit. Jika dalam sebuah kompetisi stage hypnosis ada 10 orang peserta, dan masing-masing peserta diberi waktu 20 menit, maka durasi minimal acara tersebut adalah 200 menit. Belum lagi ditambah dengan "dan lain lainnya." Apakah dengan waktu selama itu bisa penonton bisa bertahan untuk tetap duduk dan menyaksikan pertarungan antar pesertanya sampai selesai?

Alasan terakhir adalah, penonton bisa sangat bosan dan jenuh ketika rutin atau permainan yang dibawakan oleh masing-masing peserta hanya itu-itu saja. Beberapa sukarelawan dari penonton naik ke atas panggung, dihipnosis, kemudian mereka melakukan hal-hal yang lucu, aneh, ekstrim, dan sebagainya sesuai dengan yang disugestikan oleh hipnotis. Kemudian mereka disadarkan lagi seperti semula, lalu kembali lagi ke bangku penonton. Jika hanya satu atau dua penampil, mungkin tidak masalah. Tetapi jika 10 orang peserta melakukan hal yang sama, apa yang akan terjadi? Apa yang akan Anda lakukan jika Anda menyaksikan pertunjukan seperti itu? Mungkin Anda bosan, tidur di tempat duduk Anda, atau bahkan lebih baik pulang.

Tetapi diluar dari alasan-alasan tadi, bukan berarti tidak memungkinkan untuk membuat sebuah kompetisi khusus stage hypnosis. Semua sangat memungkinkan, apabila kita bisa membuatnya menjadi sebuah pertunjukan hipnosis yang berbeda dari yang sudah sering ada di televisi dan juga lebih variatif lagi. Walaupun pada dasarnya hipnosis digunakan untuk terapi, tetapi hipnosis sebenarnya sangat berpotensi untuk menjadi seni pertunjukan besar layaknya seni sulap dan juga seni pertunjukan lainnya, jika kita sebagai praktisinya bisa mengemasnya dengan sangat baik. (bds.)

Wednesday, July 16, 2014

Hipnosis, Mengendalikan atau Memengaruhi?


Seperti yang sudah pernah saya bahas pada artikel-artikel saya yang lalu, banyak orang awam yang memiliki anggapan bahwa hipnosis adalah ilmu yang digunakan untuk "mengendalikan" pikiran orang lain. Apakah benar seseorang bisa dikendalikan menggunakan hipnosis? Daripada Anda semakin bingung, saya akan mulai jelaskan.

Menurut pendapat saya pribadi selama saya mempelajari hipnosis, hipnosis merupakan ilmu atau kemampuan/keterampilan untuk memengaruhi pikiran orang lain, bukan mengendalikan. Apa perbedaan mengendalikan dan mempengaruhi? Begini, pernahkah Anda bermain mobil-mobilan yang menggunakan remote control? Ketika mobil-mobilan bergerak ke depan, ke belakang, ke kanan, dan ke kiri tanpa ada perlawanan, itulah yang dinamakan dengan mengendalikan. Jika seseorang dikendalikan, pasti secara otomatis orang tersebut akan menuruti apapun yang diminta oleh orang yang mengendalikan tanpa ada perlawanan, layaknya mobil-mobilan. Benar begitu, bukan? Tetapi pada kenyataannya, hipnosis tidaklah seperti itu. Buktinya, masih ada sugesti-sugesti yang jelas bisa ditolak atau tidak diterima oleh pikiran subyek.

Nah, sedangkan pengertian memengaruhi adalah, seseorang yang dipengaruhi masih bisa memilih untuk mengatakan YA atau TIDAK ketika diberikan instruksi atau informasi oleh orang yang memengaruhi. Contoh sederhananya seperti ini:

A: Mas, saya mau pergi ke pasar tapi motor saya lagi ada di bengkel. Kira-kira bisa nganterin saya nggak, mas? Nanti uang bensinnya saya ganti deh mas.
B: Emm... gimana ya? Sebenarnya sih saya bisa, tapi saya masih harus nyelesaikan pekerjaan saya dulu nih. Soalnya pekerjaan ini penting sekali. Lain kali saja ya, nanti biar saya carikan ojek.

Dalam cerita tersebut, B sebenarnya benar-benar sedang butuh uang. Tetapi B juga tidak bisa meninggalkan pekerajaan yang sedang dikerjakannya, karena pekerjaan tersebut jauh lebih penting. Maka, dia memiliki kesempatan untuk menerima tawaran A atau menolaknya. Benar, kan? Dan akhirnya B lebih memilih untuk menolaknya, karena pekerjaannya jauh lebih penting. Nah, seperti itulah kira-kira bagaimana proses hipnosis terjadi. 

Hipnotis (praktisi hipnosis) bisa saja memberikan "iming-iming" pada sugesti yang diberikan kepada subyek, yang mungkin bisa memberikan keuntungan kepada subyek. Tetapi jika subyek tetap menganggap iming-iming tersebut sebagai suatu hal yang tidak menguntungkan baginya, mau bagaimana lagi? Subyek memiliki kesempatan untuk mengatakan YA atau TIDAK. Dan jika hal tersebut terasa tidak terlalu menguntungkan bagi subyek, tentu subyek akan lebih memilih untuk mengatakan TIDAK.

Jadi kesimpulan dari artikel ini adalah, hipnosis hanya bisa memengaruhi pikiran seseorang. Bukan mengendalikan sepenuhnya layaknya sebuah mainan atau boneka. Apakah ada pertanyaan? Jika tidak, alhamdulillah, berarti Anda sudah semakin paham tentang apa itu hipnosis. Tetapi jika belum, Anda boleh melayangkan pertanyaan sepuasnya kepada saya melalui akun facebook atau twitter saya, atau bisa juga dengan cara mengisi form pertanyaan di halaman kontak. (bds.)

Tuesday, July 15, 2014

Jangan Takut dengan Hipnosis!


"Jangan hipnotis saya ya mas, nanti pasti saya dijahilin jadi macem-macem lagi deh."

Saya membuka artikel ini dengan kalimat pernyataan yang paling sering saya dengar dari teman-teman saya ketika akan saya hipnosis. Apakah Anda juga sama dengan mereka? Segitu takutnya kah Anda dengan hipnosis? Ok, sebelum saya lanjutkan ke paragraf selanjutnya, ada kabar gembira untuk kita semua; hipnosis itu tidak menakutkan loh.

Hipnosis di mata orang awam masih sangat abu-abu. Baik dalam pemahamannya dan juga bagaimana proses kerjanya. Jika Anda mengumpulkan 10 orang awam kemudian Anda bertanya kepada mereka satu per satu tentang apa itu hipnotis/hipnosis, sebagian besar dari mereka mungkin akan menjawab, "Hipnotis adalah suatu ilmu mengendalikan pikiran orang lain supaya menuruti apa saja yang diminta oleh yang menghipnotis." Mengerikan juga ya jika hipnosis seperti itu? Tetapi tentunya hipnosis tidak seperti itu. Nah, biasanya ada beberapa hal yang membuat orang berpikiran buruk tentang hipnosis.

Pertama, pikiran buruk seseorang tentang hipnosis biasanya dimulai dari berita-berita di media yang mengabarkan bahwa telah terjadi kejahatan (penipuan, perampokan, pemerkosaan, dsb) dengan menggunakan metode hipnosis. Anda yakin pelaku kejahatan tersebut menggunakan hipnosis?

Kedua, pikiran buruk seseorang tentang hipnosis biasanya juga berasal dari cerita dari mulut ke mulut dan dari generasi ke generasi yang "lupa" diperiksa kebenarannya. Sekarang begini, ketika Anda mendengar cerita teman Anda, tentang keburukan hipnosis. Coba tanyakan kepada teman Anda darimana dia mendapatkan cerita atau pernyataan tersebut, apakah dari sumber terpercaya? Atau hanya dari mendapat informasi dari teman lainnya? Jika dia ternyata mengetahui informasinya dari temannya yang lain, cari dia kemudian Anda tanya lagi kepada temannya teman Anda itu darimana dia dapat informasi tersebut, jika dia ternyata juga mendapat informasi tersebut dari temannya, tanyakan lagi kepada temannya temannya teman Anda, begitu seterusnya sampai Google menikah dengan Yahoo.

Ketiga, pikiran buruk seseorang tentang hipnosis biasanya berasal dari apa yang Anda lihat di televisi. Misalnya Anda melihat tayangan "Suka-Suka Kuuyaaa" yang memperlihatkan jika orang dihipnosis itu bisa dibongkar semua kebohongannya. Atau ketika Anda melihat tayangan "Yuk Keep Slow" yang memperlihatkan jika orang dihipnosis, bisa menjadi "apa saja". Jika Anda dihipnosis menjadi seekor ulat bulu, ngeri juga ya?

Nah, itu dia yang membuat pikiran Anda terpengaruhi untuk "menjauhi" hipnosis. Lalu bagaimana? Apakah ada solusinya? Tentu saja ada, saya menulis artikel ini bukan dengan niat menyelesaikan masalah tanpa solusi, tetapi pasti ada solusinya.

Begini, yang pertama kali harus Anda lakukan adalah berpikir positif. Anggap saja semua ilmu yang ada di dunia ini sebenarnya diciptakan untuk tujuan positif, namun memang ada saja orang yang menyalahgunakannya. Tapi untuk sekarang, abaikan saja mereka yang seperti itu. Kedua, carilah informasi selengkap mungkin tentang hipnosis. Entah itu dengan membaca buku atau browsing artikel di internet. Ketahui apa pengertian hipnosis yang sebenarnya, apa manfaatnya, bagaimana cara kerjanya, dan sebagainya. 

Perhatikan baik-baik teori berikut, ketika sugesti yang diberikan kepada Anda ternyata berbahaya atau merugikan diri Anda sendiri, pikiran Anda pasti akan menolaknya, seperti yang sudah pernah saya tuliskan di artikel tentang area kritik. "Loh, lalu kenapa orang-orang di TV itu mau dijadikan 'apa saja'? Bukankah itu merugikan?" Tentu saja tidak, mereka tahu setelah mereka melakukan semua itu mereka akan diberi honor. Menguntungkan, bukan? Jadi pikiran mereka sudah mengikhlaskan hal tersebut terjadi karena mereka yakin setelah melakukan hal tersebut mereka akan mendapatkan hal yang menguntungkan, bukan merugikan. Jadi, jika Anda merasa takut diapa-apakan dengan hipnosis, niatkan saja untuk menolak sugesti yang bersifat merugikan diri Anda. Masih takut?

Terakhir, tentang anggapan yang mengatakan bahwa hipnosis bisa digunakan untuk membuat seseorang berkata jujur. Hipnosis tidak bisa melakukan hal tersebut, kecuali subyek (orang yang dihipnosis) memang sudah meniatkan diri untuk mengatakan hal yang dirahasiakannya. Jika dia tidak meniatkan untuk mengatakannya tentu saja tidak bisa. Hipnosis adalah fenomena dimana seseorang masih dalam kondisi sadar, bahkan sangat sadar. Jika Anda sadar, masih bisakah Anda berbohong? Tentu saja bisa, kan? Yang Anda saksikan di acara "Suka-Suka Kuuyaaa" itu sebenarnya si subyek mungkin sudah meniatkan dirinya untuk mengatakan hal tersebut, jadi si hipnotis tidak perlu memaksa dia untuk berkata jujur.

Sampai di sini sudah paham bukan? Maaf jika terlalu panjang. Saya juga sudah lelah membentur-benturkan jari saya ke papan keyboard. Jadi baiknya saya akhiri saja artikel ini. Kesimpulannya, jangan takut dengan hipnosis, takutlah dengan Tuhan yang menciptakan Anda. (bds.)

Friday, July 11, 2014

Belajar Hipnosis itu Mudah, Asal...


Gambaran seseorang yang belajar hipnosis, tidaklah semudah seperti orang yang melakukan transfer uang dari rekeningnya ke rekening milik orang lain. Tidak juga seperti seorang guru yang melakukan "transfer" ilmu kepada muridnya dengan cara memancarkan cahaya berwarna-warni dari tangannya lalu masuk ke tubuh muridnya layaknya seperti yang ada pada film atau sinetron di Indonesia.

Lalu jika tidak semudah apa yang baru saja saya jelaskan, apakah belajar hipnosis itu sulit? Tidak. Belajar hipnosis itu mudah, bahkan saya pun hanya butuh waktu tiga jam untuk bisa menghipnosis orang. Hebat, bukan? Tidak hebat, karena semua orang pasti bisa melakukan apa yang saya lakukan. Asalkan, tentunya juga harus didasari terlebih dahulu dengan pemahaman-pemahaman dasar tentang hipnosis. Ketika saya belajar menghipnosis orang, saya memang hanya membutuhkan waktu yang sebentar. Tetapi, tentunya sebelum itu saya sudah menghabiskan banyak waktu untuk mempelajari pemahaman-pemahaman dasar tentang hipnosis. Mulai dari sejarah, konsep dasar hipnosis, tahapan-tahapan menghipnosis, dan sebagainya.  Bagaimana caranya? Saya membeli buku tentang hipnosis, mencari artikel tentang hipnosis di internet, atau mengunduh ebook tentang hipnosis di internet yang sekarang ini banyak sekali disediakan gratis  bagi Anda yang ingin belajar hipnosis. 

Perlu Anda ketahui bahwa mempelajari teori dan berbagai pemahaman tentang hipnosis itu membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan hanya mempelajari praktik hipnosis. Bahkan mungkin Anda bisa menghabiskan bertahun-tahun untuk mempelajari teori-teori tersebut. Mengapa demikian? Jawabannya singkat, karena teorinya sangat banyak.

Kemudian dimana letak kemudahan serta kesulitan mempelajari hipnosis? Pertama saya akan bahas letak kemudahannya. Semua orang bisa mempelajari hipnosis dengan mudah. Asalkan, mau belajar. Kebanyakan orang yang ingin belajar hipnosis hanya bernafsu untuk bisa menghipnosis saja, tanpa mau mempelajari teorinya terlebih dahulu. Ingat! Belajar teori tanpa belajar praktik, tentu tidak akan membuahkan hasil yang baik dan maksimal. Belajar praktik tanpa teori? Apalagi! Lalu bagaimana? Ya belajar teorinya juga. Jangan berharap Anda bisa menguasai hipnosis dengan baik jika Anda tidak mau belajar teorinya. Ketika Anda mengikuti pelatihan atau workshop hipnosis pun pasti Anda akan dibekali dengan pemahaman dasar tentang hipnosis terlebih dahulu.

Kedua. Sebenarnya ini bukan kesulitan, tetapi kebiasaan. Kebiasaan seseorang ketika dia hendak mempelajari hipnosis, selain malas belajar teori adalah malas berlatih atau praktik. Biasanya alasannya adalah malu, atau belum lancar bertutur katanya. Kalau tidak dilatih terlebih dahulu, bagaimana bisa menjadi tidak malu? Bagaimana bisa menjadi lancar? Apa semua itu bisa membaik dengan sendirinya tanpa berlatih? Tidak!

Praktik hipnosis sebenarnya sangat mudah dilakukan. Letak kesulitannya adalah, melawan rasa MALAS. Maka, belajar hipnosis itu mudah, asal... TIDAK MALAS. Jadi, kalau Anda malas belajar dan bermimpi ingin menjadi seorang master hipnotis, segera bangun! Jangan bermimpi lagi. Belajar dulu, berlatih dulu, baru bermimpi lagi dan kejar mimpi Anda. (bds.)