Showing posts with label Hipnosis. Show all posts
Showing posts with label Hipnosis. Show all posts

Sunday, September 21, 2014

Lintas Imaji Bersama Romy Rafael di Net TV


Setelah cukup lama tidak muncul di acara-acara televisi, sang master hipnotis, Romy Rafael kini kembali menghiasi layar televisi dengan acara terbarunya, Lintas Imaji. Master hipnotis yang beberapa waktu lalu membuat sebuah metode bernama hypno-gym ini masih mengusung tema hipnosis sebagai latar belakang acara terbarunya tersebut.

Acara ini dikemas seperti acara televisi yang dibawakan oleh Derren Brown, seorang mentalist asal Inggris. Lintas Imaji mulai tayang di saluran Net TV hari Sabtu malam lalu pukul 23.30. Pada episode perdana, Romy Rafael mencoba bermain-main dengan pikiran bawah sadar dua orang bintang tamunya, Barli Asmara seorang fashion designer dan Zoya Amirin seorang psikolog seks.

Barli Asmara (kiri) dan Romy Rafael (kanan).

Romy Rafael berhasil memengaruhi pikiran sang fashion designer dengan memberikan sugesti tersembunyi di pikiran Barli yang dilakukan Romy sepanjang perjalanannya ke studio Net TV. Barli disediakan sebuah gambar anak kecil yang sedang memegang balon, kemudian ia diberikan enam spidol dengan warna yang berbeda dan diminta untuk mewarnai gambar anak kecil tersebut sesuai dengan keinginannya. Dan ternyata apa yang dilakukannya tersebut telah diprediksikan oleh Romy di dalam sebuah amplop yang sejak awal diduduki oleh Barli Asmara..

Zoya Amirin pun dibuat membisu dengan apa yang dilakukan oleh Romy terhadapnya. Romy memberikan foto seorang pria yang sudah cukup berumur kepada Zoya. Kemudian Romy meminta Zoya untuk merasakan empati terhadap orang yang ada di foto tersebut. Zoya diminta untuk menebak jumlah anak orang tersebut, menebak jam, tanggal, dan tahun. Dan ternyata foto tersebut adalah foto ayahanda Romy Rafael yang meninggal dua tahun lalu. Luar biasanya, apa yang ditebak oleh Zoya Amirin ternyata sangat tepat dengan fakta-fakta tentang ayahanda Romy Rafael.

Nah, bagi Anda yang menyukai hipnotisme ataupun seni mentalism, sepertinya acara ini sangat bagus untuk menjadi salah satu daftar acara yang harus Anda saksikan. Selain bisa mengedukasi tentang pikiran bawah sadar, permainan-permainan yang dilakukan oleh Romy Rafael mungkin juga bisa menginspirasi Anda sebagai seorang hipnotis atau mentalist, untuk bisa membuat sebuah permainan baru seperti apa yang dilakukan oleh Romy Rafael. 

Acara Lintas Imaji tayang setiap hari Sabtu dan Minggu pukul 23.30 di saluran Net TV. (bds.)

Thursday, August 14, 2014

Formal & Informal Hypnosis


Pada artikel kali ini saya akan memberikan pengetahuan singkat kepada Anda para pembaca tentang perbedaan formal hypnosis dan informal hypnosis. Setelah mengetahui perbedaan formal hypnosis dan informal hypnosis, Anda pasti akan mengerti perbedaan-perbedaan kategori hipnosis. Termasuk kategori yang manakah hipnosis yang sering Anda saksikan di televisi, dan termasuk kategori manakah hipnosis yang digunakan untuk terapi atau yang disebut dengan hipnoterapi. Hipnosis dibagi menjadi dua kategori besar, yaitu formal hypnosis dan informal hypnosis. Loh, lalu apakah jenis-jenis hipnosis seperti stage hypnosis, hypnotherapy, hypno-parenting, hypno-selling, dsb bukan termasuk kategori hipnosis? Tunggu dulu, mari kita lanjutkan penjelasannya.

Formal Hypnosis
Formal hypnosis atau yang juga disebut dengan direct hypnosis atau juga genuine hypnosis adalah proses hipnosis yang digambarkan dengan teknik yang formal. Berurutan sesuai dengan "panduan" tata cara menghipnosis seseorang. Dimulai dari proses pra induksi, induksi, deepening, depth level test, sugesti, dan terminasi. Praktik formal hypnosis biasanya identik dengan lambaian tangan, ayunan pendulum, atau memandu seseorang menuju ke kondisi rileks. Pada umumnya semua orang yang belajar hipnosis adalah mempelajari formal hypnosis. Jadi, pertunjukkan stage hypnosis yang biasa Anda saksikan di televisi adalah salah satu bagian dari kategori formal hypnosis, karena prosesnya sangat berurutan.

Informal Hypnosis
Informal hypnosis atau indirect hypnosis adalah proses hipnosis yang biasanya terjadi menggunakan pola komunikasi alamiah yang ada di kehidupan sehari-hari. Namun demikian, proses informal hypnosis tetap bisa membuat filter atau area kritik seseorang terbuka. Teknik informal hypnosis ini biasanya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dalam komunikasi yang tidak formal. Misalnya ketika seseorang sedang melakukan transaksi jual beli, ketika orang tua sedang menasihati anaknya, atau seorang guru yang sedang mengajar para siswanya. Jadi, proses atau tahapan-tahapan hipnosis dalam informal hypnosis seolah-olah tersembunyi dalam kalimat-kalimat yang digunakan untuk berkomunikasi tersebut. Jenis hipnosis yang masuk dalam kategori informal hypnosis antara lain hypnotherapy, hypno-parenting, hypno-selling, hypno-teaching, dsb.

Sampai di sini apakah ada pertanyaan? Saya harap penjelasan singkat saya tadi sudah cukup untuk membuat Anda paham perbedaan formal hypnosis dan informal hypnosis. Jadi, formal hypnosis dan informal hypnosis adalah dua kategori besar dalam hipnosis. Sedangkan stage hypnosis, hypnotherapy, hypno-parenting, hypno-selling, hypno-teaching, dsb hanyalah aplikasi hipnosis yang menjadi bagian dari formal hypnosis dan informal hypnosis. (bds.)

Thursday, August 7, 2014

Mengapa Hipnosis Jarang Dipertandingkan?


Mengapa hipnosis jarang dipertandingkan dalam sebuah kompetisi? Pertanyaan ini mungkin masih menjadi misteri bagi beberapa orang termasuk para praktisi hipnosis yang mungkin masih baru dalam dunia hipnosis. Saya pun demikian, saya termasuk orang yang dulu sering bertanya kepada teman-teman praktisi yang lain mengapa hipnosis jarang dipertandingkan dalam sebuah kompetisi seperti layaknya seni sulap. Tetapi sekarang saya mulai bisa menemukan jawabannya, mengapa hipnosis jarang dipertandingkan dalam sebuah kompetisi. 

Di sini saya mengatakan bahwa hipnosis jarang dipertandingkan, bukan berarti tidak pernah. Dalam beberapa kompetisi sulap, hipnosis sering dimasukkan sebagai salah satu kategori yang diperbolehkan dalam kompetisi tersebut. Walaupun sebenarnya hipnosis bukanlah salah satu dari kategori atau cabang aliran sulap. Seperti yang dulu pernah saya jelaskan pada artikel  "Apakah Hipnosis Termasuk Kategori Sulap?" bahwa hipnosis bukanlah salah satu kategori sulap, melainkan hipnosis adalah ilmu yang berdiri sendiri dan basic hipnosis pun sangat dengan sulap. Hipnosis terkadang menjadi bagian dari efek yang ditimbulkan dalam seni mentalism, dimana mentalism merupakan salah satu dari kategori sulap. Jadi, yang menjadi kategori sulap dalam kasus ini adalah mentalism, bukan hipnosis.
Dalam kompetisi-kompetisi sulap, hipnosis memang sering dimasukkan dalam kategori yang dipertandingkan. Tetapi biasanya jumlah hipnotis tidak sebanyak kategori lain seperti classic magician, illusionist, atau mentalist. Di ajang kompetisi sulap The Master Season 4 yang tayang di RCTI pun pernah ada salah satu peserta yang memainkan stage hypnosis, dia adalah "Lady Hypnotist" Jeva. Bahkan salah satu jurinya pun adalah seorang Master Hypnotist, Master Romy Rafael. Kemudian seiring berjalannya waktu, stage hypnosis mulai mendapatkan tempat di hati penonton. Master Deddy Corbuzier pun pernah beberapa kali melakukan aksi stage hypnosis di acara The Next Mentalist yang ditayangkan Trans 7 beberapa bulan yang lalu.

Video pertunjukan stage hypnosis Jeva, The Master Season 4.

Menurut saya, ada beberapa alasan mengapa stage hypnosis jarang dipertandingan dalam sebuah kompetisi. Terutama kompetisi khusus untuk para stage hypnotist. Pertama adalah faktor penonton. Seorang stage hypnotist membutuhkan penonton dengan sugestibilitas yang sangat baik agar pertunjukannya bisa berjalan dengan baik. Bagi Anda yang belum mengetahui apa itu "sugestibilitas", Anda bisa membaca penjelasan singkatnya terlebih dahulu pada artikel "Nggak Semua Orang Mudah Dihipnosis!". Bayangkan jika dalam suatu kompetisi ada 10 orang stage hypnotist, dan masing-masing dari mereka membutuhkan 10 sukarelawan dengan sugestibilitas baik. Jika stage hypnotist tersebut menginginkan sukarelawan yang berbeda-beda di masing-masing pertunjukan mereka, berarti HARUS ada 100 orang sukarelawan yang memiliki sugestibilitas baik. Tetapi, apakah semudah itu menemukan orang-orang yang memiliki sugestibilitas baik di tengah kerumunan penonton? Tentu saja bukan hal yang mudah. Nah, mungkin hal ini menjadi salah satu kendala mengapa sangat jarang ada kompetisi khusus untuk kategori stage hypnosis.

Kemudian alasan selanjutnya adalah waktu. Dalam pertunjukan sulap, seorang pesulap mungkin tidak akan keberatan jika diberikan waktu tampil hanya 4 menit atau 5 menit untuk sebuah pertunjukan yang utuh dan menghibur. Tetapi bagi seorang stage hypnotist, waktu 4 - 5 menit adalah waktu yang terlalu singkat. Jika saya diminta untuk melakukan pertunjukan stage hypnosis dalam waktu sesingkat itu, saya pasti tidak akan bersedia. Apalagi jika saya harus melakukannya tanpa "persiapan" terlebih dahulu di belakang panggung dan harus memilih penonton secara dadakan. Tentu saja hal tersebut tentu akan sangat menyulitkan. Durasi minimal untuk sebuah pertunjukan stage hypnosis yang utuh dan menghibur menurut saya adalah 15-20 menit. Jika dalam sebuah kompetisi stage hypnosis ada 10 orang peserta, dan masing-masing peserta diberi waktu 20 menit, maka durasi minimal acara tersebut adalah 200 menit. Belum lagi ditambah dengan "dan lain lainnya." Apakah dengan waktu selama itu bisa penonton bisa bertahan untuk tetap duduk dan menyaksikan pertarungan antar pesertanya sampai selesai?

Alasan terakhir adalah, penonton bisa sangat bosan dan jenuh ketika rutin atau permainan yang dibawakan oleh masing-masing peserta hanya itu-itu saja. Beberapa sukarelawan dari penonton naik ke atas panggung, dihipnosis, kemudian mereka melakukan hal-hal yang lucu, aneh, ekstrim, dan sebagainya sesuai dengan yang disugestikan oleh hipnotis. Kemudian mereka disadarkan lagi seperti semula, lalu kembali lagi ke bangku penonton. Jika hanya satu atau dua penampil, mungkin tidak masalah. Tetapi jika 10 orang peserta melakukan hal yang sama, apa yang akan terjadi? Apa yang akan Anda lakukan jika Anda menyaksikan pertunjukan seperti itu? Mungkin Anda bosan, tidur di tempat duduk Anda, atau bahkan lebih baik pulang.

Tetapi diluar dari alasan-alasan tadi, bukan berarti tidak memungkinkan untuk membuat sebuah kompetisi khusus stage hypnosis. Semua sangat memungkinkan, apabila kita bisa membuatnya menjadi sebuah pertunjukan hipnosis yang berbeda dari yang sudah sering ada di televisi dan juga lebih variatif lagi. Walaupun pada dasarnya hipnosis digunakan untuk terapi, tetapi hipnosis sebenarnya sangat berpotensi untuk menjadi seni pertunjukan besar layaknya seni sulap dan juga seni pertunjukan lainnya, jika kita sebagai praktisinya bisa mengemasnya dengan sangat baik. (bds.)

Wednesday, July 16, 2014

Hipnosis, Mengendalikan atau Memengaruhi?


Seperti yang sudah pernah saya bahas pada artikel-artikel saya yang lalu, banyak orang awam yang memiliki anggapan bahwa hipnosis adalah ilmu yang digunakan untuk "mengendalikan" pikiran orang lain. Apakah benar seseorang bisa dikendalikan menggunakan hipnosis? Daripada Anda semakin bingung, saya akan mulai jelaskan.

Menurut pendapat saya pribadi selama saya mempelajari hipnosis, hipnosis merupakan ilmu atau kemampuan/keterampilan untuk memengaruhi pikiran orang lain, bukan mengendalikan. Apa perbedaan mengendalikan dan mempengaruhi? Begini, pernahkah Anda bermain mobil-mobilan yang menggunakan remote control? Ketika mobil-mobilan bergerak ke depan, ke belakang, ke kanan, dan ke kiri tanpa ada perlawanan, itulah yang dinamakan dengan mengendalikan. Jika seseorang dikendalikan, pasti secara otomatis orang tersebut akan menuruti apapun yang diminta oleh orang yang mengendalikan tanpa ada perlawanan, layaknya mobil-mobilan. Benar begitu, bukan? Tetapi pada kenyataannya, hipnosis tidaklah seperti itu. Buktinya, masih ada sugesti-sugesti yang jelas bisa ditolak atau tidak diterima oleh pikiran subyek.

Nah, sedangkan pengertian memengaruhi adalah, seseorang yang dipengaruhi masih bisa memilih untuk mengatakan YA atau TIDAK ketika diberikan instruksi atau informasi oleh orang yang memengaruhi. Contoh sederhananya seperti ini:

A: Mas, saya mau pergi ke pasar tapi motor saya lagi ada di bengkel. Kira-kira bisa nganterin saya nggak, mas? Nanti uang bensinnya saya ganti deh mas.
B: Emm... gimana ya? Sebenarnya sih saya bisa, tapi saya masih harus nyelesaikan pekerjaan saya dulu nih. Soalnya pekerjaan ini penting sekali. Lain kali saja ya, nanti biar saya carikan ojek.

Dalam cerita tersebut, B sebenarnya benar-benar sedang butuh uang. Tetapi B juga tidak bisa meninggalkan pekerajaan yang sedang dikerjakannya, karena pekerjaan tersebut jauh lebih penting. Maka, dia memiliki kesempatan untuk menerima tawaran A atau menolaknya. Benar, kan? Dan akhirnya B lebih memilih untuk menolaknya, karena pekerjaannya jauh lebih penting. Nah, seperti itulah kira-kira bagaimana proses hipnosis terjadi. 

Hipnotis (praktisi hipnosis) bisa saja memberikan "iming-iming" pada sugesti yang diberikan kepada subyek, yang mungkin bisa memberikan keuntungan kepada subyek. Tetapi jika subyek tetap menganggap iming-iming tersebut sebagai suatu hal yang tidak menguntungkan baginya, mau bagaimana lagi? Subyek memiliki kesempatan untuk mengatakan YA atau TIDAK. Dan jika hal tersebut terasa tidak terlalu menguntungkan bagi subyek, tentu subyek akan lebih memilih untuk mengatakan TIDAK.

Jadi kesimpulan dari artikel ini adalah, hipnosis hanya bisa memengaruhi pikiran seseorang. Bukan mengendalikan sepenuhnya layaknya sebuah mainan atau boneka. Apakah ada pertanyaan? Jika tidak, alhamdulillah, berarti Anda sudah semakin paham tentang apa itu hipnosis. Tetapi jika belum, Anda boleh melayangkan pertanyaan sepuasnya kepada saya melalui akun facebook atau twitter saya, atau bisa juga dengan cara mengisi form pertanyaan di halaman kontak. (bds.)

Tuesday, July 15, 2014

Jangan Takut dengan Hipnosis!


"Jangan hipnotis saya ya mas, nanti pasti saya dijahilin jadi macem-macem lagi deh."

Saya membuka artikel ini dengan kalimat pernyataan yang paling sering saya dengar dari teman-teman saya ketika akan saya hipnosis. Apakah Anda juga sama dengan mereka? Segitu takutnya kah Anda dengan hipnosis? Ok, sebelum saya lanjutkan ke paragraf selanjutnya, ada kabar gembira untuk kita semua; hipnosis itu tidak menakutkan loh.

Hipnosis di mata orang awam masih sangat abu-abu. Baik dalam pemahamannya dan juga bagaimana proses kerjanya. Jika Anda mengumpulkan 10 orang awam kemudian Anda bertanya kepada mereka satu per satu tentang apa itu hipnotis/hipnosis, sebagian besar dari mereka mungkin akan menjawab, "Hipnotis adalah suatu ilmu mengendalikan pikiran orang lain supaya menuruti apa saja yang diminta oleh yang menghipnotis." Mengerikan juga ya jika hipnosis seperti itu? Tetapi tentunya hipnosis tidak seperti itu. Nah, biasanya ada beberapa hal yang membuat orang berpikiran buruk tentang hipnosis.

Pertama, pikiran buruk seseorang tentang hipnosis biasanya dimulai dari berita-berita di media yang mengabarkan bahwa telah terjadi kejahatan (penipuan, perampokan, pemerkosaan, dsb) dengan menggunakan metode hipnosis. Anda yakin pelaku kejahatan tersebut menggunakan hipnosis?

Kedua, pikiran buruk seseorang tentang hipnosis biasanya juga berasal dari cerita dari mulut ke mulut dan dari generasi ke generasi yang "lupa" diperiksa kebenarannya. Sekarang begini, ketika Anda mendengar cerita teman Anda, tentang keburukan hipnosis. Coba tanyakan kepada teman Anda darimana dia mendapatkan cerita atau pernyataan tersebut, apakah dari sumber terpercaya? Atau hanya dari mendapat informasi dari teman lainnya? Jika dia ternyata mengetahui informasinya dari temannya yang lain, cari dia kemudian Anda tanya lagi kepada temannya teman Anda itu darimana dia dapat informasi tersebut, jika dia ternyata juga mendapat informasi tersebut dari temannya, tanyakan lagi kepada temannya temannya teman Anda, begitu seterusnya sampai Google menikah dengan Yahoo.

Ketiga, pikiran buruk seseorang tentang hipnosis biasanya berasal dari apa yang Anda lihat di televisi. Misalnya Anda melihat tayangan "Suka-Suka Kuuyaaa" yang memperlihatkan jika orang dihipnosis itu bisa dibongkar semua kebohongannya. Atau ketika Anda melihat tayangan "Yuk Keep Slow" yang memperlihatkan jika orang dihipnosis, bisa menjadi "apa saja". Jika Anda dihipnosis menjadi seekor ulat bulu, ngeri juga ya?

Nah, itu dia yang membuat pikiran Anda terpengaruhi untuk "menjauhi" hipnosis. Lalu bagaimana? Apakah ada solusinya? Tentu saja ada, saya menulis artikel ini bukan dengan niat menyelesaikan masalah tanpa solusi, tetapi pasti ada solusinya.

Begini, yang pertama kali harus Anda lakukan adalah berpikir positif. Anggap saja semua ilmu yang ada di dunia ini sebenarnya diciptakan untuk tujuan positif, namun memang ada saja orang yang menyalahgunakannya. Tapi untuk sekarang, abaikan saja mereka yang seperti itu. Kedua, carilah informasi selengkap mungkin tentang hipnosis. Entah itu dengan membaca buku atau browsing artikel di internet. Ketahui apa pengertian hipnosis yang sebenarnya, apa manfaatnya, bagaimana cara kerjanya, dan sebagainya. 

Perhatikan baik-baik teori berikut, ketika sugesti yang diberikan kepada Anda ternyata berbahaya atau merugikan diri Anda sendiri, pikiran Anda pasti akan menolaknya, seperti yang sudah pernah saya tuliskan di artikel tentang area kritik. "Loh, lalu kenapa orang-orang di TV itu mau dijadikan 'apa saja'? Bukankah itu merugikan?" Tentu saja tidak, mereka tahu setelah mereka melakukan semua itu mereka akan diberi honor. Menguntungkan, bukan? Jadi pikiran mereka sudah mengikhlaskan hal tersebut terjadi karena mereka yakin setelah melakukan hal tersebut mereka akan mendapatkan hal yang menguntungkan, bukan merugikan. Jadi, jika Anda merasa takut diapa-apakan dengan hipnosis, niatkan saja untuk menolak sugesti yang bersifat merugikan diri Anda. Masih takut?

Terakhir, tentang anggapan yang mengatakan bahwa hipnosis bisa digunakan untuk membuat seseorang berkata jujur. Hipnosis tidak bisa melakukan hal tersebut, kecuali subyek (orang yang dihipnosis) memang sudah meniatkan diri untuk mengatakan hal yang dirahasiakannya. Jika dia tidak meniatkan untuk mengatakannya tentu saja tidak bisa. Hipnosis adalah fenomena dimana seseorang masih dalam kondisi sadar, bahkan sangat sadar. Jika Anda sadar, masih bisakah Anda berbohong? Tentu saja bisa, kan? Yang Anda saksikan di acara "Suka-Suka Kuuyaaa" itu sebenarnya si subyek mungkin sudah meniatkan dirinya untuk mengatakan hal tersebut, jadi si hipnotis tidak perlu memaksa dia untuk berkata jujur.

Sampai di sini sudah paham bukan? Maaf jika terlalu panjang. Saya juga sudah lelah membentur-benturkan jari saya ke papan keyboard. Jadi baiknya saya akhiri saja artikel ini. Kesimpulannya, jangan takut dengan hipnosis, takutlah dengan Tuhan yang menciptakan Anda. (bds.)

Friday, July 11, 2014

Belajar Hipnosis itu Mudah, Asal...


Gambaran seseorang yang belajar hipnosis, tidaklah semudah seperti orang yang melakukan transfer uang dari rekeningnya ke rekening milik orang lain. Tidak juga seperti seorang guru yang melakukan "transfer" ilmu kepada muridnya dengan cara memancarkan cahaya berwarna-warni dari tangannya lalu masuk ke tubuh muridnya layaknya seperti yang ada pada film atau sinetron di Indonesia.

Lalu jika tidak semudah apa yang baru saja saya jelaskan, apakah belajar hipnosis itu sulit? Tidak. Belajar hipnosis itu mudah, bahkan saya pun hanya butuh waktu tiga jam untuk bisa menghipnosis orang. Hebat, bukan? Tidak hebat, karena semua orang pasti bisa melakukan apa yang saya lakukan. Asalkan, tentunya juga harus didasari terlebih dahulu dengan pemahaman-pemahaman dasar tentang hipnosis. Ketika saya belajar menghipnosis orang, saya memang hanya membutuhkan waktu yang sebentar. Tetapi, tentunya sebelum itu saya sudah menghabiskan banyak waktu untuk mempelajari pemahaman-pemahaman dasar tentang hipnosis. Mulai dari sejarah, konsep dasar hipnosis, tahapan-tahapan menghipnosis, dan sebagainya.  Bagaimana caranya? Saya membeli buku tentang hipnosis, mencari artikel tentang hipnosis di internet, atau mengunduh ebook tentang hipnosis di internet yang sekarang ini banyak sekali disediakan gratis  bagi Anda yang ingin belajar hipnosis. 

Perlu Anda ketahui bahwa mempelajari teori dan berbagai pemahaman tentang hipnosis itu membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan hanya mempelajari praktik hipnosis. Bahkan mungkin Anda bisa menghabiskan bertahun-tahun untuk mempelajari teori-teori tersebut. Mengapa demikian? Jawabannya singkat, karena teorinya sangat banyak.

Kemudian dimana letak kemudahan serta kesulitan mempelajari hipnosis? Pertama saya akan bahas letak kemudahannya. Semua orang bisa mempelajari hipnosis dengan mudah. Asalkan, mau belajar. Kebanyakan orang yang ingin belajar hipnosis hanya bernafsu untuk bisa menghipnosis saja, tanpa mau mempelajari teorinya terlebih dahulu. Ingat! Belajar teori tanpa belajar praktik, tentu tidak akan membuahkan hasil yang baik dan maksimal. Belajar praktik tanpa teori? Apalagi! Lalu bagaimana? Ya belajar teorinya juga. Jangan berharap Anda bisa menguasai hipnosis dengan baik jika Anda tidak mau belajar teorinya. Ketika Anda mengikuti pelatihan atau workshop hipnosis pun pasti Anda akan dibekali dengan pemahaman dasar tentang hipnosis terlebih dahulu.

Kedua. Sebenarnya ini bukan kesulitan, tetapi kebiasaan. Kebiasaan seseorang ketika dia hendak mempelajari hipnosis, selain malas belajar teori adalah malas berlatih atau praktik. Biasanya alasannya adalah malu, atau belum lancar bertutur katanya. Kalau tidak dilatih terlebih dahulu, bagaimana bisa menjadi tidak malu? Bagaimana bisa menjadi lancar? Apa semua itu bisa membaik dengan sendirinya tanpa berlatih? Tidak!

Praktik hipnosis sebenarnya sangat mudah dilakukan. Letak kesulitannya adalah, melawan rasa MALAS. Maka, belajar hipnosis itu mudah, asal... TIDAK MALAS. Jadi, kalau Anda malas belajar dan bermimpi ingin menjadi seorang master hipnotis, segera bangun! Jangan bermimpi lagi. Belajar dulu, berlatih dulu, baru bermimpi lagi dan kejar mimpi Anda. (bds.)

Thursday, July 10, 2014

Download Gratis: Hypnowledge karya Mikha Houdini


Beberapa waktu yang lalu sahabat sekaligus guru hipnosis saya, Mikha Khananiel Pranowo a.k.a Mikha Houdini merilis mini ebook terbarunya yang bertajuk Hypnowledge. 

Siapa itu Mikha Houdini? Mikha Houdini adalah seorang mahasiswa di Universitas Diponegoro, Semarang jurusan sastra jepang. Maka jangan heran jika di beberapa tulisannya dia juga sering mencantumkan sedikit kosakata jepang. Mikha Houdini juga terdaftar sebagai salah satu Certified Instructor dari The Indonesian Board of Hypnotherapy dan juga menjadi trainer di sekolah hipnosis yang didirikannya, Houdini Hypnotist School. Jika Anda ingin mengetahui lebih jauh tentang Mikha Houdini, Anda bisa menghubunginya melalui facebook: http://www.facebook.com/mikha.khannaniel.

Ok, sekarang kita kembali lagi ke pembahasan ebook Hypnowledge. Ebook ini berisi tentang pemahaman-pemahaman dasar hipnosis yang wajib Anda ketahui. Terutama bagi Anda yang ingin mempelajari hipnosis lebih jauh.

Anda akan dijelaskan tentang sejarah singkat hipnosis, konsep pikiran manusia dalam penjelasan yang sederhana, contoh-contoh kejadian nyata yang memudahkan Anda untuk lebih memahami apa yang dijelaskan, dan beberapa penjelasan dasar lainnya yang dijelaskan dengan bahasa yang mudah dimengerti. Yang jelas saya sangat merekomendasikan ebook ini bagi siapapun Anda yang ingin mengetahui apa itu hipnosis. Lagi pula ebook ini bisa Anda download secara GRATIS! Tunggu apa lagi? Klik tombol download di bawah ini dan dapatkan banyak pengetahuan tentang hipnosis di dalamnya. (bds.)

http://­www.4shared.com/­office/NFE_x7HSba/­Hypnowlege_-_Ebook.ht­ml

Tuesday, July 8, 2014

Pentingnya Building Rapport dalam Hipnosis


Bagi Anda yang mempelajari hipnosis atau hipnoterapi, bulding rapport bukanlah istilah yang asing. Tetapi untuk Anda yang masih awam tentang hipnosis, saya akan jelaskan sedikit tentang apa itu building rapport. Rapport adalah jalinan komunikasi antara hipnotis (praktisi hipnotis) dengan subyeknya. Jadi building rapport bisa diartikan sebagai tahapan membangun komunikasi yang baik dan nyaman dengan subyek

Nah, bagi seorang hipnotis atau hipnoterapis, building rapport adalah tahapan yang sangat penting. Bahkan sangat menentukan keberhasilan hipnotis menghipnosis subyeknya. Mengapa bisa demikian? Penjelasan sederhananya seperti ini, subyek akan semakin sulit untuk dihipnosis ketika jalinan komunikasi subyek dengan hipnotis tidak baik, atau subyek merasa tidak nyaman dengan hipnotis. Begitu pula sebaliknya, subyek akan semakin mudah untuk dihipnosis ketika jalinan komunikasi subyek dengan hipnotis berlangsung dengan baik, dan subyek merasa nyaman dengan hipnotis. 

Bahkan jika Anda bisa melakukan tahapan ini dengan baik, Anda bisa membuat subyek yang mungkin sugestibilitasnya sebelumnya kurang baik, menjadi semakin baik sugestibilitasnya. Biasanya, ada beberapa hal yang mempengaruhi keberhasilan tahapan building rapport. 

Yang pertama adalah cara berkomunikasi Anda. Gaya bahasa dan gaya bicara Anda sangat berpengaruh penting dalam tahapan building rapport. Anda harus pandai melihat bagaimana karakter subyek. Apakah dia orang santai atau serius ketika berbicara. Minimal Anda harus menyamakan gaya bahasa atau gaya bicara Anda dengan subyek. Tujuannya adalah agar subyek merasa sedang berbicara dengan orang yang setipe dengan dia. Dan hal tersebut biasanya akan membuat subyek merasa nyaman dengan Anda sebagai lawan bicara. Ketika Anda berbicara dengan subyek, cobalah juga untuk menyamakan posisi Anda dengan subyek. Jangan buat subyek merasa tidak nyaman dengan ke-sok tahu-an Anda yang justru biasanya akan membuat subyek merasa Anda adalah sosok yang sombong, angkuh, sok tahu, dan sebagainya. Walaupun memang benar adanya bahwa Anda lebih tahu dengan subyek, tetap hargai apapun pendapat dan segala hal yang dikatakan oleh subyek.

Cara berkomunikasi non verbal pun harus diperhatikan dengan baik, agar tahapan building rapport bisa lebih maksimal hasilnya. Tirukan gerakan tubuh subyek ketika sedang berkomunikasi dengan Anda. Baik cara duduknya, gerakan tangannya, dan lain sebagainya. Tetapi, jangan terlalu ekstrim. Maksudnya begini, jika dia sedang menggaruk, memegang telinga, dan sebagainya, itu tidak perlu Anda tirukan karena hal tersebut justru akan membuat subyek merasa tidak nyaman. Minimal ikuti cara duduknya dan gerakan tangannya ketika subyek sedang berbicara. Dengan demikian subyek akan merasa seolah-olah dia sedang bercermin dan berbicara dengan dirinya sendiri. Hal tersebut juga bisa membuat subyek semakin nyaman. 

Selanjutnya adalah penampilan Anda. Penampilan? Apakah penampilan sangat penting? Ya, tentu saja. Bayangkan jika Anda berpenampilan ala kadarnya. Misal dengan hanya memakai celana pendek, mengenakan kaos pendek, rambut berantakan, dan tidak wangi. Subyek tentu saja akan merasa kurang nyaman atau bahkan tidak nyaman dengan Anda. Berbeda ceritanya jika Anda berpenampilan menarik, rapi, dan wangi. Subyek pasti akan merasa lebih nyaman dengan Anda.

Terkadang saya mendapat keluhan dari teman-teman yang belajar hipnosis dengan saya. Mereka mengeluh karena mereka gagal dalam melakukan aksi hipnosisnya. Lalu siapa yang salah? Apakah mereka, subyeknya, atau saya? Kesalahan bisa terletak pada siapa saja, karena kebenaran hanyalah milik Allah SWT. Tetapi bukan itu jawabannya. Ketika mereka melakukan sesi "curhat" dengan saya, saya menarik kesimpulan bahwa ternyata mereka gagal dalam tahapan building rapport. Subyek yang dihipnosis masih belum merasa nyaman dengan mereka. Nah, ini dia penyebab kegagalannya. 

Jadi, sekarang bisa kita ambil kesimpulan berasama bahwa building rapport adalah salah satu tahapan penting dalam proses menghipnosis seseorang. Intinya, jika Anda ingin subyek mudah untuk dihipnosis. Buatlah dia merasa nyaman dan aman dengan Anda. Jika tahapan building rapport gagal, maka subyek akan sulit untuk dihipnosis. 

Sekian penjelasan yang sangat singkat dan sederhana dari saya mengenai building rapport. Semoga bisa bermanfaat bagi Anda para pembaca. Jika Anda ingin lebih jauh lagi mempelajari tentang building rapport bisa Anda pelajari di buku-buku hipnosis lainnya yang bisa Anda dapatkan di toko-toko buku terdekat di kota Anda. (bds.)

Monday, June 30, 2014

Fenomena Hipnosis Alami


Hipnosis memiliki pengertian sebagai suatu fenomena penembusan area kritik yang diikuti dengan pemberian sugesti atau informasi yang ditujukan ke pikiran bawah sadar. Pernahkah Anda dihipnosis atau terhipnosis? Kebanyakan orang ketika ditanya seperti itu pasti akan menjawab belum pernah. Padahal, fenomena hipnosis adalah suatu fenomena yang alamiah, dan di kehidupan sehari-hari juga sering dialami oleh setiap orang. Pada artikel saya kali ini, saya akan berbagi tentang beberapa contoh fenomena hipnosis alami yang sering Anda alami sehari-hari. 

Sebelumnya saya akan meluruskan, jika Anda masih punya anggapan bahwa hipnosis adalah fenomena yang mengandung unsur mistik, klenik, atau ilmu hitam, silahkan baca terlebih dahulu artikel-artikel sebelumnya agar Anda lebih paham tentang apa itu hipnosis. Hipnosis adalah suatu fenomena yang prosesnya terjadi secara sangat ilmiah dan alami. Di kehidupan sehari-hari, bahkan Anda bisa merasakan fenomena hipnosis lebih dari 5 kali. Bukan hanya hipnotis (praktisi hipnosis) saja yang bisa menghipnosis Anda, tetapi lingkungan sekitar Anda pun ternyata bisa menghipnosis Anda. Bagaimana proses terjadinya?

Ketika Anda sedang sangat fokus terhadap suatu hal, tanpa Anda sadari Anda sudah memasuki kondisi trance atau kondisi hipnosis. Nah, berikut ini akan saya berikan beberapa contoh kegiatan yang bisa membuat Anda memasuki kondisi trance secara alami:

1. Ketika Anda menonoton film action, kemudian tokoh utama ditusuk perutnya dengan menggunakan pisau, secara tidak langsung Anda seolah-olah ikut merasakan apa yang dirasakan oleh tokoh dalam film tersebut. Saat ini pun ketika Anda membaca apa yang saya tuliskan, mungkin Anda juga sambil membayangkan bagaimana rasanya ditusuk perutnya dengan menggunakan pisau. Dan jika iya, Anda berarti telah terhipnosis oleh tulisan saya dan itu juga menjadi salah satu contoh fenomena hipnosis alami.
2. Ketika Anda membaca novel atau cerita yang sedih atau sesuai dengan pengalaman yang pernah Anda alami, biasanya Anda juga ikut merasakan emosi cerita tersebut. Sampai-sampai Anda mungkin bisa menangis karena membaca cerita tersebut.
3. Ketika Anda sedang galau, perasaan tidak tenang, kemudian Anda beribadah dan berdoa. Saat itu juga Anda akan merasakan lebih tenang dan nyaman, bukan?

Tiga poin di atas adalah sedikit contoh dari peristiwa hipnosis yang terjadi secara alami. Selain itu, halusinasi adalah salah satu contoh dari fenomena hipnosis alami. Pernah Anda berhalusinasi, 'kan? Menurut beberapa referensi yang saya baca, halusinasi dibagi menjadi dua. Yaitu halusinasi positif dan halusinasi negatif. Apa perbedaannya? Oke, saya akan jelaskan satu per satu sekaligus memberikan contoh yang sederhana.

1. Halusinasi Positif
Halusinasi positif adalah ketika Anda seolah-olah bisa melihat, mendengar, atau merasakan suatu hal yang tidak ada seolah-olah menjadi ada dan muncul di pikiran Anda. 
Contoh: 
Ketika Anda sedang fokus bermain game atau menonton televisi, tanpa Anda sadari Anda sudah masuk ke dalam kondisi trance atau kondisi yang sangat nyaman. Kemudian tiba-tiba Anda mendengar suara yang memanggil Anda. Tetapi ketika Anda mencarinya, ternyata tidak ada yang memanggil Anda. Pernah mengalaminya, 'kan? Bukan hantu yang memanggil Anda, tetapi halusinasi suara tersebut muncul di pikiran Anda dan hanya Anda sendiri yang bisa mendengarnya.

2. Halusinasi Negatif
Halusinasi negatif adalah ketika Anda menganggap suatu hal yang sebenarnya ada, terlihat atau terdengar menjadi seolah-olah tidak terlihat atau tidak terdengar. 
Contoh:
Pernahkah Anda meletakkan pensil di telinga Anda, tetapi Anda seolah-olah lupa dimana Anda meletakkannya dan Anda kebingungan mencari pensil tersebut? Sebagian besar dari Anda pasti pernah mengalaminya.

Setelah membaca beberapa contoh yang saya tuliskan di atas, ternyata Anda sering terhipnosis, ya? Berapa kali dalam sehari Anda mengalami hal-hal seperti itu? Satu, dua, tiga, empat, lima, atau bahkan lebih? Nah, itu tadi hanyalah contoh sederhana dari fenomena hipnosis yang terjadi secara alami. Mungkin Anda pun sekarang mulai menyadari dan mengingat berbagai pengalaman pribadi Anda yang ternyata itu adalah salah satu contoh dari fenomena hipnosis alami. Jika Anda berkenan, coba ceritakan hal tersebut di kolom komentar. (bds.)

Sunday, June 29, 2014

Review Buku: Dahsyatnya Kata-Kata karya Eric Siregar


Manusia adalah makhluk sosial dan komunikasi adalah cara untuk menjalin hubungan dengan manusia lain. Namun demikian, tidak semua orang bisa melakukan komunikasi dengan baik dan benar. Hal inilah yang terkadang menyebabkan seseorang tidak suka atau kurang nyaman saat berkomunikasi.

Nah, "Dahsyatnya Kata-Kata" adalah buku yang bisa menjadi solusi berbagai macam permasalahan komunikasi. Buku ini bukan hanya diperuntukan bagi para praktisi hipnosis atau NLP saja, tetapi buku untuk siapa saja yang ingin menguasai teknik berkomunkasi atau bahkan memengaruhi pikiran lawan biacara.

Eric Siregar, sang penulis, menjelaskan semuanya secara gamblang dan dengan bahasa yang sederhana. Jadi, orang awam pun pastinya tidak akan kesulitan untuk memahami isi buku ini. Mulai dari pengantar tentang hipnosis, pikiran sadar, pikiran bawah sadar, area kritik, pengaruh kata-kata, cara mengenali seseorang melalui cara bicaranya, dan masih banyak lagi materi luar biasa lainnya.

Buku ini sangat saya rekomendasikan bagi Anda yang ingin membuat pasangan, sahabat, atau keluarga menjadi lebih nyaman dan lebih percaya terhadap Anda. Siapapun orang yang ingin Anda "taklukan", teknik komunikasi yang dalam buku ini mengajarkan cara-caranya. Dapatkan di toko-toko buku terdekat atau Anda juga bisa memesannya melalui website Eric Siregar di www.ericsiregar.com. (bds.)

Friday, June 27, 2014

Nggak Semua Orang Mudah Dihipnosis!


Acara hipnosis di televisi memang menjadi salah satu media yang cukup efektif untuk memperkenalkan hipnosis kepada masyarakat. Namun demikian, karena "terlalu percaya" dengan apa yang disajikan di televisi, masyarakat beranggapan bahwa hipnosis adalah menepuk pundak orang kemudian orang tersebut akan "tertidur."

Pertanyaan yang paling sering disampaikan orang kepada saya adalah "Mas, bisa ajarin saya hipnotis yang sekali tepuk langsung tidur? Ya pokoknya yang nggak pake harus fokus-fokus segala mas." Dan jawaban saya adalah "Tidak bisa." Sekadar untuk pengeahuan bagi Anda yang tidak mempelajari hipnosis, bahwa hipnosis memang mudah dipelajari. Tetapi, prosesnya memang tidak sesederhana itu. Apa yang Anda saksikan di televisi adalah sebuah pertunjukan yang sebelumnya tentu sudah dipersiapkan terlebih dahulu. Saya tidak mengatakan bahwa hipnosisnya pura-pura atau setingan. Tidak seperti itu. Untuk kebutuhan televisi yang tentu dikejar durasi tayang, tentu seorang performer harus pandai mengatur waktu pertunjukannya. Lalu apakah yang dilakukan di televisi itu sungguhan? Saya tidak bisa memastikan. Tetapi memang ada yang sungguhan, ada juga yang mungkin hanya rekayasa. Saya juga tidak menyalahkan mereka, karena itu untuk konsumsi hiburan semata. Nah, yang barusan saya jelaskan itu disebut dengan stage hypnosis atau hipnosis panggung.

Saya akan beri bocoran sedikit tentang pertunjukan hipnosis yang Anda saksikan di televisi. Mereka yang menjadi subyek (orang yang dihipnosis) adalah tipe orang yang mudah dihipnosis. "Loh, memangnya orang dihipnosis ada tipe-tipenya? Apa semua orang bisa dihipnosis?" Semua orang di dunia ditakdirkan bisa dihipnosis. Tetapi, tingkat kesulitannya berbeda-beda. Nah, yang mudah atau tidaknya seseorang dihipnosis disebut dengan tingkat sugestivitas atau sugestibilitas atau tingkat penerimaan sugesti. Jadi, tidak semua orang bisa menerima sugesti dari hipnotis dengan baik. Menurut sugestibilitasnya, subyek hipnosis dibedakan menjadi tiga.

1. Sugestibilitas Baik (10% populasi)
Orang bertipe seperti ini memiliki tingkat penerimaan sugesti yang sangat baik. Dan biasanya orang tipe seperti ini bisa dihipnosis dengan mudah, bahkan menggunakan teknik yang sederhana.

2. Sugestibilitas Sedang (85% populasi)
Orang yang sugestibilitasnya sedang memiliki tingkat penerimaan sugesti baik, tetapi tidak sebaik orang yang sugestibilitasnya baik. Orang tipe seperti ini cukup mudah dihipnosis dan bisa juga dihipnosis menggunakan teknik sederhana.

3. Sugestibilitas Buruk (5% populasi)
Ini adalah tipe orang yang paling sulit dihipnosis. Tingkat penerimaan sugestinya tidak terlalu baik. Ciri-cirinya biasanya dia malas mendengarkan sugesti dari si hipnotis dan kesulitan mengimajinasikan sesuatu. Orang dengan tipe seperti ini sulit sekali dihipnosis dengan teknik yang sederhana.

Tetapi sugestibilitas seseorang tidaklah bersifat mutlak. Dalam artian, suatu saat sugestibilitas seseorang bisa berubah. Ada beberapa hal yang bisa mempengaruhi sugestibilitas seseorang, dan mungkin akan saya bahas di lain kesempatan. Sampai di sini apakah Anda sudah paham bahwa tidak semua orang bisa "ditepuk langsung tidur?" Tidak semua orang memiliki sugestibilitas yang baik. Jadi pesan saya adalah, cukup penonton yang ada di televisi saja yang terhipnosis, Anda jangan. Jangan terlalu terpengaruh dengan tayangan hipnosis di televisi. Ingat! Itu hanyalah konsumsi hiburan, coba cari referensi lain dari buku atau dari artikel-artikel yang ada di internet agar Anda bisa lebih memahami apa yang Anda belum paham. Sekarang teknologi sudah semakin canggih, jangan cuma kenal facebook dan twitter saja! (bds.)

The Hypnotist Bandit


Seorang pria yang dijuluki sebagai "The Hypnotist Bandit", Jum'at 27 Juni 2014 diketahui telah merampok Manhattan Beach Bank, Amerika Serikat. Ketika merampok, pria tersebut mengancam akan mengeluarkan senjata lalu menyodorkan sebuah catatan kecil kepada petugas bank. Hal tersebut diketahui membuat aksi merampoknya sangat cepat, dan dia berhasil membawa kabur uang dari bank yang dirampoknya. Sayangnya, setiap usai merampok dia pasti membawa kabur catatan kecil tersebut, sehingga menyulitkan pihak terkait untuk mengungkap siapa dia sebenarnya.

Detektif FBI tengah menyelidiki dan mencari pria misterius tersebut. Bukan hanya sekali, tetapi dia telah beberapa kali melakukan aksi perampokan bank dengan metode perampokan yang diluar nalar. Para korban mengatakan bahwa ketika kejadian perampokan korban terus menatap matanya. Maka dari itu FBI menjulukinya sebagai "The Hypnotist Bandit" atau jika diartikan dalam Bahasa Indonesia berarti penjahat hipnotis. 

"The Hypnotist Bandit" digambarkan sebagai seorang pria berkulit putih (seperti orang Amerika Latin), tingginya kurang lebih 6 kaki 2 inci sampai 6 kaki 4 inci, beratnya antara 90-200 kg dan berusia sekitar 30 tahun, bermata hitam, rambut cokelat, dan berjenggot. Jika Anda bertemu atau melihat pria dengan ciri-ciri seperti itu, mungkin dia orangnya! Tetapi tidak mungkin juga orang itu mampir ke Indonesia.



Apakah Anda percaya dengan berita tersebut? Saya percaya dengan berita perampokan tersebut. Saya percaya dengan berita perampokannya, tetapi tidak percaya dengan metode yang digunakan oleh si pelaku. Di media, baik media elektronik maupun media cetak, banyak sekali berita kriminal yang mengatas namakan hipnosis. Saya yakin itu bukan sepenuhnya hipnosis atau bahkan itu sama sekali bukan hipnosis. Ketika akan menghipnosis seseorang, Anda harus terlebih dahulu membuat persetujuan dengan subyek (orang yang dihipnosis). Jika dia bersedia atau mau, proses hipnosis bisa dilakukan. Tetapi jika dia tidak mau, proses hipnosis tidak akan bisa dilakukan.

Berita perampokan tadi tadi mengatakan bahwa pelaku hanya menatap mata korbannya saja lalu dia mengancam akan mengeluarkan senjata sambil memberikan catatan kecil kepada korbannya. Apakah dia meminta persetujuan korban supaya dia mau dihipnosis? Tidak, kan? Mungkin metode kejahatan yang digunakan pelaku memang mirip dengan hipnosis, tetapi belum tentu itu hipnosis.

FBI pun menjulukinya sebagai "The Hypnotist Bandit" karena pelaku melakukan aksinya dengan cara yang mirip hipnosis. Tetapi belum dipastikan apakah yang digunakan oleh pelaku adalah hipnosis atau bukan. Saya pribadi menyimpulkan bahwa itu bukan hipnosis. Lalu apa? Saya pun tidak tahu. 

Nah, ini dia yang membuat orang beranggapan negatif terhadap hipnosis. Terkadang orang hanya mengetahui informasi dari satu sumber dan "malas" mencari informasi dari sumber lain. Setelah itu ketika punya pandangan negatif, pasti itu akan ditanam dan dipupuk. Bukan malah mencari kebenarannya, tetapi terkadang justru malah disebar luaskan. Sekarang tanyakan kepada diri Anda, tipe orang seperti apakah Anda? Apakah yang "gampangan" percaya dengan orang lain dan selalu mengedepankan pikiran negatif, atau orang yang selalu ingin tahu dan selalu mengedepankan pikiran positif? Kesimpulannya adalah, semoga pelaku cepat tertangkap. Aamin. (bds.)

Hipnosis atau Hipnotis?

 

"Mas, hipnosis itu bedanya apa sama hipnotis?" Itu adalah pertanyaan yang dilayangkan oleh seorang karyawan tempat foto kopi kepada saya, ketika saya sedang foto kopi sebuah modul tentang hipnosis. Setelah saya jelaskan, akhirnya dia dan beberapa orang yang ada disitu pun paham. Walaupun ada satu orang yang malah berkata "Loh, bukannya yang bener itu hypnotize (baca: hipnotaiz), ya?" Saya tidak menyalahkan orang tersebut, karena mereka memang orang awam dan tidak mempelajari hipnosis.

Nah, supaya Anda juga paham perbedaannya, sekarang saya akan menjelaskan apa perbedaan hipnosis dan hipnotis yang pastinya orang awam akan menganggap keduanya adalah sama, padahal berbeda. Hypnosis atau hipnosis adalah sebuah kemampuan mempengaruhi pikiran dengan menggunakan komunikasi verbal ataupun non verbal. Hipnosis awalnya bermana mesmerisme, karena yang pertama kali mengembangkan fenomena ini adalah seorang bernama Franz Anton Mesmer. Kemudian barulah seorang dokter asal Inggris bernama James Braid yang mengubah nama mesmerisme menjadi hipnosis. Kata hipnosis berasal dari kata "hypnos" yang memiliki arti dewa tidur. Tetapi perlu Anda ketahui, bahwa kondisi hipnosis (trance) berbeda dengan kondisi tidur. Maka dari itu, James Braid pun sempat mengganti nama hipnosis menjadi monoideasme, walaupun akhirnya menjadi hipnosis lagi karena orang-orang sudah terlanjur familiar dengan nama hipnosis.

Sampai di sini apakah Anda sudah paham dengan apa itu hipnosis? Ya, itulah hipnosis. Sedangkan hypnotist atau hipnotis adalah orang atau praktisi yang melakukan hipnosis. Hypnotist sama seperti mentalist, artist, escapologist, dan sebagainya. Jadi, hypnotist atau hipnotis adalah pelakunya, sedangkan hipnosis adalah apa yang dilakukan oleh hipnotis. Perbedaannya hanya satu huruf, tetapi jika diartikan artinya sudah jelas berbeda. 

Saya tidak pernah menyalahkan atau mempermasalahkan orang awam yang menyamakan hipnosis dengan hipnotis. Tetapi jika Anda adalah seorang hipnotis (praktisi hipnosis), sebaiknya Anda memberikan contoh ataupun sedikit penjelasan kepada orang awam tentang apa itu hipnosis dan hipnotis. Walaupun terkadang orang yang Anda jelaskan tersebut nantinya akan berkata "Ah, iya saya udah tahu. Lagian juga sama aja. Biarin aja deh!" Setidaknya Anda sudah berusaha menjelaskan pengertian yang sebenarnya dan secara tidak langsung menambah pengetahuan orang tersebut. (bds.)

Wednesday, June 25, 2014

Mengenal Area Kritik Pikiran


Setiap orang yang mempelajari hipnosis pasti tahu dan paham apa itu area kritik. Namun untuk Anda yang masih awam tentang hipnosis atau psikologi, pasti sangat asing degan istilah ini. Area kritik? Dimana tempatnya? Apa yang dikritik dan siapa yang mengkritik? Area kritik/critical area/critical factor/Reticular Activating System (RAS) adalah sebuah filter atau "pintu" yang berada diantara pikiran sadar (conscious mind) dan pikiran bawah sadar (subconscious mind). Agar lebih mudah dipahami, biasanya saya menjelaskan area kritik ini sebagai "pintu gerbang" pikiran bawah sadar. Mengapa pintu gerbang? Jadi, ketika kita akan mengakses pikiran bawah sadar, area kritik harus terlebih dahulu dibuka layaknya sebuah pintu. 

Fungsi dari area kritik adalah sebagai filter atau penyaring informasi yang akan masuk ke pikiran bawah sadar. Area kritik bertugas untuk mencocokan informasi yang masuk dengan yang data yang ada di pikiran bawah sadar. Ketika informasi yang masuk ternyata cocok dengan informasi yang ada di pikiran bawah sadar, maka informasi itu akan diterima oleh pikiran. Tetapi jika ternyata informasi yang masuk tidak sesuai dengan informasi yang ada di pikiran bawah sadar, maka informasi tersebut tidak akan diterima oleh pikiran dan akan "dikritik" oleh area kritik. 

Contoh sederhananya seperti ini, ketika ada seseorang yang baru Anda temui kemudian mengatakan "Hai, apa kabar? Saya tetanggamu dulu di kampung." Maka area kritik akan segera mencari informasi ke pikiran bawah sadar tentang siapakah orang yang Anda temui tersebut. Ketika informasinya ditemukan, maka informasi tersebut akan langsung diterima dan direspon oleh pikiran. Anda tentu akan segera menjawab pertanyaan dari orang tersebut. Tetapi jika informasinya tidak ditemukan, karena mungkin Anda tidak mengingat siapa saja tetangga Anda di kampung atau bahkan belum mengenal dia, maka pikiran akan menolak informasi tersebut dan area kritik akan "mengkritik". Mungkin saja dengan menjawab "Siapa ya? Apakah kita pernah saling kenal? Maaf, soalnya saya lupa." Sampai disini apakah Anda sudah paham dengan konsep kerja area kritik? Jika belum, saya akan jelaskan lagi.

Perlu Anda ketahui bahwa pikiran sadar adalah tempat disimpannya memori atau ingatan jangka pendek, sedangkan pikiran bawah sadar adalah tempat disimpannya memori jangka panjang. Dengan artian, jika Anda menyimpan memori di pikiran sadar maka memori tersebut hanya akan bertahan dalam jangka waktu yang singkat. Tetapi jika Anda menyimpannya di pikiran bawah sadar, maka yang akan terjadi sebaliknya. Lalu seperti yang tadi sudah saya jelaskan tadi, bahwa area kritik adalah pintu gerbang pikiran bawah sadar. Jadi ketika area kritik seseorang tertutup, informasi akan sulit masuk ke pikiran bawah sadar, begitu pula sebaliknya. Lalu apa yang terjadi jika informasi tidak bisa masuk ke pikiran bawah sadar? Informasi akan tersimpan di pikiran sadar dan akan tersimpan dalam jangka waktu yang singkat. Nah hal inilah yang terjadi pada seorang siswa ketika dia merasa sangat sulit menerima pelajaran atau mudah lupa akan hal-hal yang dipelajarinya di sekolah. Yaitu karena area kritiknya tidak terbuka, dan menyebabkan informasi-informasi yang dia terima hanya tersimpan di memori jangka pendek saja (pikiran sadar).

Kemudian apa yang harus dilakukan? Yang harus dilakukan oleh orang yang mengalami permasalahan tersebut adalah dengan cara membuka area kritiknya ketika dia sedang menerima pelajaran atau informasi. Hal ini bertujuan agar pelajaran atau informasi yang dia terima bisa langsung masuk ke pikiran bawah sadar dan tersimpan dalam memori jangka panjang. Sehingga dia bisa mengingat pelajaran atau informasi tersebut sampai kapanpun. Sampai penjelasan barusan, semoga Anda sudah semakin paham tentang apa itu area kritik.

Area kritik menjadi salah satu bagian yang sangat penting di pikiran. Bayangkan saja ketika seseorang tidak memiliki area kritik. Segala informasi entah itu baik ataupun buruk akan masuk ke pikiran tanpa ada penyaringnya. Entah apa yang akan terjadi jika seseorang tidak memiliki area kritik. 

Menurut penelitian area kritik akan mulai tumbuh ketika seseorang menginjak usia 8 s.d. 10 tahun. Lebih daru usia tersebut, maka area kritik akan mulai aktif menyaring informasi-informasi yang masuk. Maka dari itu, pendidikan usia dini untuk anak-anak sangatlah penting. Hal ini bertujuan untuk menanamkan sikap-sikap positif dan nilai-nilai positif di dalam pikiran si anak sebelum area kritik mulai terbentuk dan aktif. Jadi, pengalaman yang dialami seorang anak sebelum menginjak usia 8 s.d. 10 tahun nantinya akan menjadi tolak ukur pikiran bawah sadarnya. Wah, cukup berisiko ya ternyata jika di usia dini anak sudah diajarkan atau diperlihatkan hal-hal yang tidak baik. 

Sekian penjelasan singkat tentang area kritik, semoga bisa menjadi referensi dan bermanfaat bagi Anda para pembaca. Jika Anda tertarik dengan area kritik, tentang cara kerjanya atau cara membuka dan menutup area kritik, mungkin Anda bisa mulai mempelajari hipnosis. Baik dengan membaca buku atau mengikuti pelatihan hipnosis yang ada di kota Anda. Sekian artikel dari saya, jika Anda ingin melayangkan pertanyaan silahkan hubungi saya di sini. (bds.)

Tuesday, June 17, 2014

Apakah Hipnosis Termasuk Kategori Sulap?



Beberapa tahun terakhir ini, pertelevisian Indonesia diramaikan dengan sebuah pertunjukan seni yang pelaku seninya memakai pakaian serba hitam. Salah, bukan sulap! Hypnosis atau hipnotis, kini kian marak di berbagai acara TV. Hampir semua stasiun TV memiliki satu program atau bahkan lebih yang menampilkan pertunjukan hypnosis. Dimulai dari Master Romy Rafael, Uya Kuya, Ferdian, Denny Darko, dan masih banyak lagi hipnotis (praktisi hipnosis) lain yang belakangan sering muncul di TV. Dan yang paling sering menjadi pertanyaan masyarakat awam adalah "Apakah hipnosis/hipnotis merupakan salah satu kategori sulap?" Bahkan, seorang pesulap pun terkadang masih mempertanyakan hal tersebut. Lalu, bagaimanakah fakta sebenarnya?

Pertunjukan hipnosis yang biasa ditayangkan di TV itu disebut dengan stage hypnosis. Yaitu aplikasi seni hipnosis yang digunakan untuk kepentingan hiburan semata. Presentasi pertunjukan stage hypnosis, memang sangat mirip dengan sulap. Pelakunya biasanya menggunakan pakaian serba hitam, dan di atas panggung dia melakukan hal-hal diluar nalar. Sama halnya dengan sulap, bukan? Lalu, apakah hipnosis merupakan salah satu kategori sulap? Menurut catatan sejarah hipnosis dan sulap, faktanya adalah hipnosis bukan merupakan salah satu kategori sulap.

Sejarah hipnosis membuktikan bahwa dahulu hipnosis diciptakan dan digunakan hanya untuk tujuan pengobatan atau proses penyembuhan berbagai permasalahan pikiran, atau yang biasa disebut dengan hipnoterapi. Pada zaman ketika hipnosis baru ditemukan itu pun, sama sekali tidak ada catatan yang mengatakan ada pesulap yang mengaplikasikan hipnosis dalam pertunjukannya. Tidak pernah juga terdengar sekalipun ada praktisi hipnosis menjadi seorang pesulap tanpa mempelajari dasar-dasar seni sulap sebelumnya.

Seorang Master Romy Rafael pun enggan disebut sebagai seorang pesulap atau magician, karena merasa dirinya adalah seorang hipnotis, walaupun dahulu beliau juga seorang pesulap. Derren Brown, seorang mentalist asal Inggris, ternyata menerapkan hipnosis  dan NLP dalam beberapa pertunjukannya. Dengan alasan, salah satu kemampuan untuk mempengaruhi pikiran manusia (hipnosis) juga menjadi salah satu macam efek di dalam mentalism. Hal ini membuktikan bahwa hipnosis bukanlah salah satu kategori sulap, melainkan hanya bagian dari efek yang ditimbulkan dalam seni mentalism, dimana mentalism merupakan salah satu dari kategori sulap. Nah, yang menjadi kategori sulap adalah mentalism, bukan hipnosis. Pesulap, bisa saja melakukan hipnosis dalam pertunjukannya. Tetapi, seorang hipnotis belum tentu bisa melakukan trik sulap atau pertunjukan sulap, karena pada dasarnya dua ilmu ini memiliki dasar yang berbeda.

Sudahkah Anda bisa menyimpulkan apakah hipnosis merupakan salah satu kategori sulap, atau bukan? Jika melihat dari fakta-fakta yang ada, bisa disimpulkan bahwa hipnosis bukanlah salah satu kategori sulap. (bds.)